"MUDA, BEDA, BERANI BERKARYA"

Selamat Datang Di Blog Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMAN 1 Rembang, Purbalingga

STRAND KERAJINAN

Kerajinan (handicraft) dapat diartikan sebagai produk yang dihasilkan dari keterampilan tangan.Strand (bidang) kerajinan kita akan mempelajari konsep maupun praktik tentang produk kerajinan beserta pengemasannya.

STRAND REKAYASA

Rekayasa (engineering)merupakan aplikasi ilmu pengetahuan(science)untuk menjawab persoalan praktis yang dialami manusia. Strand Rekayasa mengajak kita untuk mengetahui konsep dan praktik membuat produk rekayasa sederhana

STRAND BUDIDAYA

Budidaya merupakan suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih besar (tumbuh) dan berkembang (banyak). Strand Budidaya mengajak kita untuk memahami konsep dan praktik budidaya.

STRAND PENGOLAHAN

Pengolahan merupakan kegiatan membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi agar dapat dimanfaatkan secara luas.Strand pengolahan mengajak kita untuk mengetahui konsep dan praktik membuat aneka pengolahan baik berbahan nabati maupun hewani.

Tampilkan postingan dengan label X IIS 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label X IIS 1. Tampilkan semua postingan

25/08/14

Bu Mulyanto, Pengusaha Yang Tetap Eksis

Banyak pengusaha rumahan (home industri) yang mengalami pasang surut dalam menjalankan usahanya. Tapi tidak bagi Bu Mulyanto. Pengusaha sprei yang satu ini tetap bersemangat menjalankan usaha yang telah dilakoninya sejak tahun 2005 ini. 

Ibu Mulyanto, adalah seorang ibu rumah tangga yang mulanya hanya sebagai penjahit biasa. Namun ia beralih menjadi pengusaha sprei. Di desa Makam Kecamatan Rembang, Ibu Mulyanto mengakui kalau sprei masih menjadi kebutuhan di tengah-tengah masyarakat.

Sprei masih dibutuhkan, terbukti kalau permintaan semakin hari terus bertambah. Untungnya ia mempunyai 6 karyawan dirumahnya, sedangkan 33 diluar jadi membuat ia tidak kesulitan. Ia juga mengakui, kalau usahanya tersebut sampai sekarang masih belum mengalami peningkatan yang signifikan. Meski telah menjalankan usaha tersebut hampir 10 tahun. 

Modal awal yang ibu mulyanto keluarkan pun cukup banyak sampai 100 juta. Kalau pemasaran, menurut ibu mulyanto rata-rata pembelinya itu pedagang toko dan pesanan masyarakat yang berdomisili di dalam kota bahkan luar kota. Pemasaran di luar kota seperti di kalimantan,sumatera,sulawesi,samarinda,dll. Dalam satu hari ia bisa menghasilkan 200 sprei, sehingga penghasilan perbulan tidak bisa di hitung,dan yang penting lumayan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya kendala yang dihadapi saat ini hanyalah pembayarannya, kalau memasarkan bagi ibu mulyanto tidak agak sulit tetapi pembayarannya yang sulit. Walaupun ia pernah mengalami kerugian tetapi alhamdulillahnya belum pernah ada konsumen yang protes karena dalam pembuatan sprei tidak sesuai dengan keinginan.


Kelompok: 1. Mely Nastiti, Rohli Winasih, Risca,Juli Setiawan, Hayun Iqbal F

DAHULU BIASA SEKARANG JADI KAYA

"Walau usia semakin tua tapi semangat tetap menyala-nyala." Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan suami istri yang sukses dalam berwirausaha ini.Menurut mereka berwirausaha bukanlah hal yang mudah, karena dalam berwirausaha harus memiliki ketekunan, semangat tinggi danberani mengambil resiko. Ini adalah salah satu contoh seorang wirausahawan sukses , yaitu Ibu Suparti dan Bapak Minto dari desa Sumampir.
      
Mereka berwirausaha membuat slambu dan menjual pakaian jadi. Usaha ini di mulai dari tahun 2002 hingga sekarang .Salah satu alasan mereka memilih menjadi pengusaha slambu dan  pakaian jadi adalah minimnya pakaian jadi di Desa Sumampir ,dan dari situlah mereka melihat peluang yang cukup besar dan mereka yakin akan mendapat omset yang besar pula.
      
Dengan berwirausaha di bidang ini,mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan setatus ekonomi mereka.Menurut mereka, salah satu cara untuk jadi usahawan yang sukses adalah berdoa, sabar , ulet ,bekerja keras ,menerapkan prinsip kehati-hatian serta selektif dalam memilih pegawai.
      
Dalam berwirausaha,kita harus berani mengambil resiko seperti gulung tikar ,tagihan macet, di tipu orang ,dll. Mereka sudah paham betul akan resiko ini. Namun mereka percaya dengan terus berdoa dan berusaha ,keuntungan akan hasil jerih payah mereka akan terbayar dengan kesuksesan yang mereka raih sekarang.
       
Bukan hanya resiko yang dapat kita peroleh dalam berwirausaha,tetapi juga banyak keuntungan yang di dapat, seperti terpenuhinya fasilitas yang mereka butuhkan,dapat menabung dan tentunya kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi.

Jadi ,janganlah takut berwirausaha.

Kelompok: ANISIA ARDIANTI UTAMI, ADZIN ARRASYID, ANNISA RIZKI .A, DHEA DHEANTI, GAYUH ILHAM .W

Keberanian Jadi Kekayaan

Ibu Sumirah namanya , beliau memulai usahanya sejak 1995 sampai sekarang , Beliau bertempat tinggal di desamakam kecamatan rembang . ibu yang satu ini telah mewariskan keahlianya melalui keterampilan kepada anak-anaknya melalui produksi kelambu ibu ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya . Beliau telah memiliki 33 karyawan yang berada di luar dan 6 karyawan yang berada di dalam rumah , beliau telah memasarkan kelambu ini sampai ke kalimantan , samarinda , sumatra , palembang dsb.
Biaya yang dikeluarkan untuk modal sekitar 200 Juta , beliau berprinsip bahwa "bekerja apapun yang penting kita bisa dan mau bekerja keras ( yang halal )"

Kelompok:  1. Rizki Abi Oktavian, Nova Radika Sisdianto, Dian Pratiwi, Siti Khotijah, Sheptiana Nur Mawadah