Tampilkan postingan dengan label X MIA 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label X MIA 2. Tampilkan semua postingan
25/08/14
1000 Harapan Untuk Buah Hati
Terlahir dari keluarga sederhana membuat ibu 2 anak ini, mencoba merintis sebuah usaha. Usaha yang mungkin jarang diminati oleh masyarakat di wilayah Bodaskarangjati. Usaha yang terkenal dengan nama “Klambu” ini menjadi salah satu sumber penghasilan keluarganya. Dimulai sejak tahun 2003, usaha ini membawa berkah untuk 3 orang disekitarnya.
Dengan kepintarannya mencari peluang di wilayah tempat ia tinggal dengan modal Rp60 juta,Ia mampu menghasilkan 1000 klambu setiap bulan.Ibu Lati , mampu memperkerjakan 4 orang tetangganya yang dulunya tidak mempunyai pekerjaan.Cita-citanya menjadi seorang polwan,namun karena keadaan ekonomi keluraganya ,harapan menjadi polwan pun pupus ditengah jalan.Kemudian ia mencoba membuka usaha kecil-kecilan sebagai penghasil sampingan.(12/08/14)
Kelompok:
1. Anis Laela Fardani
2. Elfa Sari Pambayun
3. Fahmi Melinda Sari
4. Fellin anandya
5. Niki Ira Pratiwi
6. Priti Setianingsih
7. Urip Mulia Sari
BERJUANG UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN
Waktu itu sebelum Bapak Suharno Arifin belum mempunyai konveksi yang bernama “Happy Tailor” dia adalah seorang tukang jahit biasa yang pendapatanya hanya bisa untuk mecukupi kehidupan sehari-harinya, tetapi suatu saat pak arifin termotivasi untuk mendirikan perusahaan konveksi yang dia beri nama “HappyTailor”.
Dia setiap harinya mengumpulkan atau menyisihkan sedikit dari uang hasil jahitannya tersebut, dengan kerja keras dan ketekunannya beliau pun akhirnya berhasil mewujudkan impiannya yaitu untuk mendirikankonveksi yang sampai pada saat ini perusahaan konveksi beliau menjadi perusahaan konveksi terbesar di desatunjung muli.
Walaupun Pak Arifin hanya mempunyai 8 karyawan dan perusahaannya termasuk di daerah yang terpencil, tetapi Pak Arifin tetap semangat dan tidak putus asa dan pada akhirnya pun semuanya berbuah manis dia sukses mendidik karyawannya menjadi karyawan atau penjahit yang handal, di siplin, dan tentunya teladan dan beliau pun berhasil membuat perusahaan konveksinya itu maju, terkenal, dan sukses
Saat ini semuanya menjadi indah, kehidupan Pak Arifin sekarang menjadi lebih baik dan kebutuhanekonominya pun menjadi lebih tercukupi, sekarang beliau benar-benar telah menjadi pengusaha yang sukses dan hidupnya pun bahagia dan tidak ada kekurangan dalam memenuhi kebutuhannya.
Kelompok:
- Andika Yudatama
- Artika Sari
- Eliy triyani
- Elma Liana
- Noni Winda Wati
- Tiana
BERASAL DARI NOL MODAL BISA MENJADI PENGUSAHA
Di Desa Pepedan Karangmoncol terdapat seorang pengusaha tekstil yang bernama Pak Prihatin . Ia tergolong sebagai pengusaha sukses yang memulai karirnya dengan nol modal dan sejak ia berumur 30 tahun. Konveksi ini berdiri sejak tahun 1998 dengan pendapatan yang duiperoleh oleh Pak Prihatin ini bernama Dandy Collection yang membuat berbagai macam jenis bordir untuk keperluan sekolah. Sampai saat ini ia sudah menjalankan koveksinya selama 16 tahun dengan di bantu para pegawainya yang berjumlah 36 orang. Konveksi ini di buka mulai 08.00 - 17.00 WIB.
Menurut beliau, usaha seperti ini memang sangat menguntungkan, tetapi adapun kendala - kendala dalam usahanya , seperti pegawai, bahan - bahan buku dan kompetitor (pesaing). Namun, beliau menuturkan "kendala itu harus dihadapi bukan untuk di takuti apalagi di hindari".
Dalam dunia usaha , tentu saja ada kalanya seorang pengusaha mengalami kerugian, begitu juga dengan Pak Prihatin Kerugian yang diterima oleh beliau adalah relatif seperti pengusaha - pengusaha lain. Beliau jugs mempunyai niatan dan harapan untuk meningkatkan hasil produksi dan penghasilan konveksinya, karena menurut beliau usaha seperti ini tentu masih kurang keuntungannya
Kelompok:
1. Arelia Claudio
2. Dinar Purnomo (-)
3. Kenci Murtianingsih
4. Linda Winarsih
5. Ratri Pusparini
6. Rio Aditya Dwi Pratama
7. Yuhyi Heniati






