"MUDA, BEDA, BERANI BERKARYA"

Selamat Datang Di Blog Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan SMAN 1 Rembang, Purbalingga

STRAND KERAJINAN

Kerajinan (handicraft) dapat diartikan sebagai produk yang dihasilkan dari keterampilan tangan.Strand (bidang) kerajinan kita akan mempelajari konsep maupun praktik tentang produk kerajinan beserta pengemasannya.

STRAND REKAYASA

Rekayasa (engineering)merupakan aplikasi ilmu pengetahuan(science)untuk menjawab persoalan praktis yang dialami manusia. Strand Rekayasa mengajak kita untuk mengetahui konsep dan praktik membuat produk rekayasa sederhana

STRAND BUDIDAYA

Budidaya merupakan suatu kerja yang berusaha untuk menambah, menumbuhkan dan mewujudkan benda ataupun makhluk agar lebih besar (tumbuh) dan berkembang (banyak). Strand Budidaya mengajak kita untuk memahami konsep dan praktik budidaya.

STRAND PENGOLAHAN

Pengolahan merupakan kegiatan membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi agar dapat dimanfaatkan secara luas.Strand pengolahan mengajak kita untuk mengetahui konsep dan praktik membuat aneka pengolahan baik berbahan nabati maupun hewani.

25/08/14

DAHULU BIASA SEKARANG JADI KAYA

"Walau usia semakin tua tapi semangat tetap menyala-nyala." Mungkin itu kalimat yang tepat untuk menggambarkan suami istri yang sukses dalam berwirausaha ini.Menurut mereka berwirausaha bukanlah hal yang mudah, karena dalam berwirausaha harus memiliki ketekunan, semangat tinggi danberani mengambil resiko. Ini adalah salah satu contoh seorang wirausahawan sukses , yaitu Ibu Suparti dan Bapak Minto dari desa Sumampir.
      
Mereka berwirausaha membuat slambu dan menjual pakaian jadi. Usaha ini di mulai dari tahun 2002 hingga sekarang .Salah satu alasan mereka memilih menjadi pengusaha slambu dan  pakaian jadi adalah minimnya pakaian jadi di Desa Sumampir ,dan dari situlah mereka melihat peluang yang cukup besar dan mereka yakin akan mendapat omset yang besar pula.
      
Dengan berwirausaha di bidang ini,mereka dapat meningkatkan taraf hidup dan setatus ekonomi mereka.Menurut mereka, salah satu cara untuk jadi usahawan yang sukses adalah berdoa, sabar , ulet ,bekerja keras ,menerapkan prinsip kehati-hatian serta selektif dalam memilih pegawai.
      
Dalam berwirausaha,kita harus berani mengambil resiko seperti gulung tikar ,tagihan macet, di tipu orang ,dll. Mereka sudah paham betul akan resiko ini. Namun mereka percaya dengan terus berdoa dan berusaha ,keuntungan akan hasil jerih payah mereka akan terbayar dengan kesuksesan yang mereka raih sekarang.
       
Bukan hanya resiko yang dapat kita peroleh dalam berwirausaha,tetapi juga banyak keuntungan yang di dapat, seperti terpenuhinya fasilitas yang mereka butuhkan,dapat menabung dan tentunya kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi.

Jadi ,janganlah takut berwirausaha.

Kelompok: ANISIA ARDIANTI UTAMI, ADZIN ARRASYID, ANNISA RIZKI .A, DHEA DHEANTI, GAYUH ILHAM .W

Dulu Pengusaha Biasa Sekarang Menjadi Pengusaha Besar

Ibu Suhati adalah seorang pengusaha konfeksi yang sukses di" Desa Losari Rembang ", sejak tahun 2000 kurang lebih 14 tahun yang lalu. ibu 3 orang anak tersebut mendapatkan ide dari dirinya sendiri untuk membuka usaha konfeksi, dulunya usaha biasa sekarang menajadi usaha yang besar. nama konfeksi ibu suhati adalah "VIASAGIS" yang diambil dari nama ke 3 anaknya.

Modal untuk mendirikan konfeksi ini dari -0 atau dengan modal sedikit demi sedikit. Dalam konfeksi ini ada beberapa produksi ada selambu, seprai, korden dan kebutuhan rumah tangga yang diperlukan sesuai kebutuhan contohnya tutup teletivi, taplak meja dll. ibu suhati tidak perlu mendistribusikan barang pelanggan atau pembeli datang dan memesan sendiri, 

Ibu 3 anak ini, memang sangat berbakat dalam menjahit terutama menjahit  berbagai kebutuhan rumah tangga, usaha ini bisa sukses dan berhasil seperti sekarang ini karena, barang yang di produksi sangat berkualitas dan dapat menarik pembelinya, dan terutama faktor dari sosok ibu suhati yang, ulet,kreatif, inovatif, konsisten, pantang menyerah, memiliki semangat yang sangat besar , terutama memiliki sifat berani mengambil resiko dalam suatu tindakanya. banyak manfaat yang di proleh dalam konfeksi ini, bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memberikan lapangan pekerjaan bagi orang yang tidak memiliki pekerjaan.

Kelompok: Seftiandik sifanur lishar, Aldiono, Fia fitriana, Sofi andriani, Bayu wira saputra

Keberanian Jadi Kekayaan

Ibu Sumirah namanya , beliau memulai usahanya sejak 1995 sampai sekarang , Beliau bertempat tinggal di desamakam kecamatan rembang . ibu yang satu ini telah mewariskan keahlianya melalui keterampilan kepada anak-anaknya melalui produksi kelambu ibu ini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya . Beliau telah memiliki 33 karyawan yang berada di luar dan 6 karyawan yang berada di dalam rumah , beliau telah memasarkan kelambu ini sampai ke kalimantan , samarinda , sumatra , palembang dsb.
Biaya yang dikeluarkan untuk modal sekitar 200 Juta , beliau berprinsip bahwa "bekerja apapun yang penting kita bisa dan mau bekerja keras ( yang halal )"

Kelompok:  1. Rizki Abi Oktavian, Nova Radika Sisdianto, Dian Pratiwi, Siti Khotijah, Sheptiana Nur Mawadah

05/08/14

Pertemuan Pertama # Kerajinan dan Wirausaha Tekstil



Satuan Pendidikan : SMAN 1 Rembang
Kelas / Semester : X / Gasal
Mata Pelajaran : Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU)
Materi Pokok : Kerajinan dan Wirausaha Tekstil
Sub Materi Pokok : Wirausaha di bidang tekstil
Pertemuan Ke : 1
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit


A. Tujuan Pembelajaran

11.Melalui pengamatan tayangan foto dan video, siswa dapat menjelaskan konsep kewirausahaan
22. Melalui pengamatan, diskusi dan wawancara, siswa dapat mengidentifikasi faktor keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan sebuah wirausaha kerajinan tekstil

B. Indikator
1. Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirauhsaha kerajinan tekstil
2. Mengidentifikasi faktor keberhasilan dan kegagalan dalam menjalankan sebuah wirausaha kerajinan tekstil


C. Materi

sebagai pengantar , terlebih dahulu lihat video berikut ini: 


Kewirausahaan (Inggris: Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu.Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul

Secara etimologi Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan berbuat sesuatu.Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu


Menurut Geoffrey G. Meredith dalam bukunya “Kewirausahaan”, ciri-ciri profil wirausaha adalah sebagai berikut
Ciri-ciri :
-. Percaya diri
-. Berorientasikan tugas dan hasil
-. Pengambil resiko
-. Kepemimpinan
-. Keorisinilan
-. Berorientasi ke masa depan

Watak :
-. Keyakinan, ketidaktergantungan, induviduali-tas, optimisme.
-. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energitic, inisiatif.
-. Kemampuan mengambil resiko, suka pada tantangan.
-. Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain, menanggapi saran saran dan kritik.
-. Inovatif dan kreatif, fleksibel, punya banyak sumber, serba bisa, mengetahui banyak.
-. Pandangan ke depan, perseptis.

Sedangkan Bygrave merumuskan 10 sifat dari wirusaha yang terkenal dengan istilah 10 D yaitu :

a. Dream (mimpi)
Seorang wirausaha mempunyai bisi keinginan terhadap masa depan pribadi dan bisnisnya serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan impiannya.

b. Decisiveness (cepat mengambil keputusan)
Seorang wirausaha adalah orang yang tidak bekerja lambat. Mereka membuat keputusan secara cepat dengan penuh perhitungan. Kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan adalah faktor kunci dalam kesuksesan bisnis.

c. Doers (pelaku)
Seorang wirausaha dalam membuat keputusan akan langsung menindaklanjuti. Mereka melaksanakan kegiatannya secepat mungkin. Seorang wirausaha tidak mau menunda-nunda kesempatan yang baik dalam bisnisnya.

d. Determination (ketetapan hati)
Seorang wirausaha, melaksanakan kegiatannya dengan penuh perhatian. Rasa tanggung jawabnya tinggi dan tidak mau menyerah, walaupun dihadapkan pada kalangan dan rintangan yang tidak mungkin dapat diatasi.

e. Dedication (dedikasi)
Seorang wirausaha memiliki dedikasi yang tinggi terhadap bisnisnya, kadang-kadang mengorbankan kepentingan keluarga untuk sementara. Wirausaha di dalam melaksanakan pekerjaannya tidak mengenal lelah. Semua perhatian dan kegiatannya dipusatkan semata-mata untuk kegiatan bisnisnya.

f. Devotion (kesetiaan)
Seorang wirausaha mencintai pekerjaan bisnisnya dan produk yang dihasilkannya. Hal inilah yang mendorong keberhasilan yang sangat efektif untuk menjual produknya.

g. Detail (rincian)
Seorang wirausaha sangat memperhatikan faktor-faktor kritis secara rinci. Dia tidak mau mengabaikan faktor-faktor kecil yang dapat menghambat kegiatan usahanya.

h. Destiny (nasib)
Seorang wirausaha bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yang hendak dicapainya. Dia merupakan orang yang bebas dan tidak mau tergantung kepada orang lain.

i. Dollars (uang)
Seorang wirausaha tidak mengutamakan mencapai kekayaan, motivasinya bukan karena masalah uang. Uang dianggap sebagai ukuran kesuksesan bisnisnya. Ia berasumsi jika berhasil dalam bisnis maka ia pantas mendapat laba, bonus, atau hadiah.

j. Distribute (distribusi)
Seorang wirausaha bersedia mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya itu yaitu orang-orang yang kritis dan mau diajak mencapai sukses dalam bidang bisnisnya.

Untuk mewujudkan karakteristik (ciri, watak dan sifat) diatas dibutuhkan :
a. Kerja Keras
Artinya kegiatan yang dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa mengenal lelah atau berhenti sebelum target kerja tercapai dan selalu mengutamakan/memperhatikan kepuasan hasil pada setiap kegiatan yang dilakukan.

Contoh :
Seorang penjahit harus memenuhi janji kepada pelanggan, sesuai waktu yang ditetapkan walaupun harus dikerjakan siang dan malam.

b. Disiplin
Artinya sikap yang selalu tepat waktu dan tepat janji. Sehingga orang lain mempercayainya, modal utama dalam berwirausaha adalah “perolehan kepercayaan dari orang lain”.

Contoh :
Seorang pengusaha warung harus selalu tepat dan disiplin dalam membuka dan menutup warungnya, karena pembeli sudah memperkirakan sesuai dengan kebijaksanaan buka/tutupnya warung. Seandainya pengusaha tidak disiplin dalam membuka dan menutup warung, pembeli kecele (salah menduga) dan enggan untuk datang membeli.

c. Mandiri
Artinya sikap untuk tidak menggantungkan keputusan akan apa yang harus dilakukan kepada orang lain, sesuatu dikerjakan karena kemauan sendiri serta tidak merasa besar.
Karena orang lain, tetapi besar karena usaha kerasnya resiko yang dihadapi serta hambatan dan masalah yang harus diselesaikan adalah milik kita sendiri dan kita yang memutuskan cara menghadapi dan menuntaskannya, tentunya selalu berdo’a dan ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Contoh :

Norman Edwin pendaki gunung yang mempunyai reputasi nasional, sampai dengan akhir pendakiannya (meninggal dunia) ketika berusaha menyelamatkan temannya, masih mengenakan perlengkapan pendakian yang dipersiapkan sendiri sesuai standar profesional seorang pendaki.

d. Realistis
Yaitu cara berfikir yang penuh dengan perhitungan dan sesuai dengan kemampuan sehingga gagasan yang akan diajukan bukan hanya menjadi angan-angan atau mimpi belaka. Oleh karena itu apabila anda memiliki gagasan atau ide sekecil atau sebesar apapun harus dipikirkan kemungkinan realitasnya atau keterlaksanaannya.

Contoh :
Sekelompok siswa SMK jurusan Otomotif memberanikan diri membuat mobil dengan cara merakit onderdil dan mesin bekas, serta membangun bodi sesuai keinginan dan kemampuannya.

f. Prestatif
Yaitu melakukan sesuatu dengan pikiran bahwa yang akan diwujudkan memiliki nilai-nilai keunggulan sehingga memperoleh penghargaan dari orang lain, tidak asal jadi bahkan merampas/meniru hasil karya orang lain.

Contoh :
Teguh Karya dalam menggarap filmnya, secara serius dan mengutamakan keunggulan, sehingga memenangkan banyak piala citra mampu menghasilkan sutradara unggul, maupun bintang film unggul yang dibimbingnya seperti : Christine Hakim, Slamet Raharjo, Eros Jarot.

g. Komitmen Tinggi
Yaitu sikap yang Teguh memegang prinsip-prinsip kebenaran yang berlaku, tidak sekalipun mengingkarinya walaupun dengan dirinya sendiri, serta berusaha menyesuaikan perkataan dan perbuatannya.

Contoh :
Kebanyakan peluki selalu mencantumkan nama dan tanggal pembuatannya, serta tidak mau menjual lukisannya sebelum dia merasa layak. Bahkan banyak lukisan yang dibuangnya sendiri, karena ia merasa karyanya tidak memenuhi kreteria

Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam mengembangkan profesinya, yaitu:

a. Kerja keras
Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.

b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.

c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin

d. Yakin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.

e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.

f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.

g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.

h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan

Penyebab kegagalan dalam usaha pada umumnya disebabkan oleh 4 faktor utama, antara lain:

1. Kurangnya dana untuk modal
2. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis
3. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang
4. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
Menurut Alex S. Niti Semito, kegagalan wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Kegagalan yang dapat dihindarkan
Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, karena pengusaha dapat menghindari dsan dapat diantisipasi sebelumnya. Misal: salah mengelola perusahaan, tidak ada rencana yang matang, pelayanan yang kurang baik, dll

2. Kegagalan yang tidak dapat dihindarkan
Yaitu kegagalan yang sulit atau hamper tidak dapat dihindari seperti bencana alam,peperangan, kebakaran, kecelakaan. 
Sebab-sebab kegagalan dalam menjalankan usaha:
Kurang ulet dan cepat putus asa
Kurang tekun dan kurang teliti
Tidak jujur dan kurang cekatan
Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha
Kurang inisiatif dan kurang kreatif
Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
Pelayanan yang kurang baik
Banyaknya piutang ragu – ragu
Banyaknya pemborosan dan penyimpangan
Kekeliruan menghitung harga pokok
Menyamakan perusahaan sebagai badan social
Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan
Kemacetan yang sering terjadi
Kurangnya pengawasan

D. Evaluasi

Tugas: Melakukan wawancara terhadap pengusaha tekstil didaerahmu. untuk pengumpulan tugas, di posting di blog ini, dengan cara mengirimkan komentar











06/07/14

Berbisnis Salon Muslimah

yulia-astutiBisnis salon saat ini tengah menjamur di Indonesia. Tetapi dari sekian banyak salon yang bertebaran, salon khusus muslimah cukup langka ditemui. Peluang menarik inilah yang menjadi daya tarik seorang wanita bernama Yulia Astuti untuk membuka salon yang dikhususkan untuk kaum muslimah di Indonesia.
Yulia beropini bahwa para kaum muslimah terkadang risih dan tidak nyaman jika harus satu salon dengan pria. Kebutuhan inilah yang mendorong sarjana sastra dari Universitas Indonesia untuk mendirikan salon khusus wanita. Sebelum menjadi seorang pengusaha salon sendiri, wanita yang lahir pada 17 Juli 1976 ini pernah bekerja di sebuah perusahaan asal Jepang sebelum ia keluar ditahun 2004 dan memutuskan untuk membuka salon bersama 2 rekannya, tapi belum apa-apa, 2 rekannya itu mengundurkan diri sehingga Yulia menjalankan salon itu sendiri.

Nama “Moz5″ sendiri ia ambil dari kata “mus” yang diubahnya menjadi “moz”, sementara “5″ untuk kata “limah”, jadi sudah jelas yang dimaksud adalah “muslimah”. Diluar prediksi, salon muslimah yang ia buka di Jalan Margonda Raya No. 455 Depok itu langsung dibanjiri pengunjung hanya dalam hitungan hari. Dengan dibantu 3 orang karyawan, wanita berusia 36 tahun itu berhasil melayani para pelanggan.

Sadar bahwa bisnis salon muslimah tersebut bakal sukses, Yulia langsung membuka tawaran bagi mereka yang ingin mau bermitra. Tapi Yulia tidak sembarang memilih investor, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, calon mitra harus berhenti bekerja terlebih dahulu agar bisa 100% terfokus pada usaha salon. Saat ini sendiri, gerai salon kemitraan “Moz5″ sudah berkembang lebih dari 20 yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu Banjarmasin, Kalimantan Timur, Jabodetabek, dan Jawa. Yulia sendiri memiliki 6 gerai pribadi.

Meski tampaknya usaha ini berjalan begitu mulus, kenyataannya tidak demikian. Anak sulung dari pasangan Jusuf A. Haras dan Syamsiah tersebut mengaku banyak kendala yang ia hadapi. Seperti sulitnya mencari karyawan karena terbatasnya SDA serta menjaga kualitas salonnya yang berkonsep islami. Karena itulah, Yulia memproduksi sendiri beberapa produk yang digunakan di salonnya untuk menjamin kualitas produk serta halal untuk dipakai. Seperti body lotion, sabun, lulur, sampo dan masker. Terobosan itu juga dilakukan untuk menjaga eksistensi “Moz5″ yang saat ini telah tersaingi oleh salon-salon muslimah lain yang mulai bermunculan di Indonesia. Semoga kisah sukses ini dapat menginspirasi kita semua.
sumber: http://www.wartawirausaha.com/2013/06/salon-khusus-muslimah-yulia-astuti/

"Sotoji" Soto Dalam Kemasan

Hidangan Soto adalah salah satu kuliner yang cukup mudah dijumpai di kota manapun. Anda bisa memilih dimana anda ingin menikmati soto, mulai dari restaurant mewah, depot, hingga warung-warung pinggir jalan. Tapi, bagaimana kalau seandainya istri sedang ngidap pada saat tengah malam, dan menu yang paling ingin dinikmati adalah soto? 

Jangan bingung, karena sudah ada solusinya. Kini sajian menu soto yang sangat populer di kalangan masyarakat ini bisa anda bawa pulang dan dapat dinikmati kapan saja. Ya, karena Soto telah hadir dalam bentuk kemasan yang dinamakan “Sotoji”. Sotoji merupakan kepanjangan dari “Soto Jamur Instan”. Jika selama ini kita hanya mengenal mie instan sebagai makanan cepat saji dalam kemasan, kini soto instan pun dapat kita nikmati sebagai hidangan pilihan alternatif selain mie rebus atau mie goreng. Adalah Rohmat Sastro Sugito yang melihat peluang usaha ini kemudian melakukan inovasi dengan menciptakan hidangan soto dalam kemasan. Ide bisnis membuat soto jamur instan sendiri datang saat ia ingin mengolah jamur yang mana jumlahnya begitu melimpah di Indonesia dan harganya pun tergolong murah.

Sebagai produk inovatif baru, Rohmat sadar dengan kesulitan yang akan dihadapi, yaitu mengenalkan hasil racikannya kepada masyarakat. Dengan kisaran modal puluhan juta rupiah, ia kemudian membangun sebuah perusahaan kecil bernama PT. Tri Rastra Sukses Sejahtera. Metode pemasaran awal yang dipilihnya adalah melalui media internet, yakni pembeli mengorder langsung lewat website resmi Sotoji, www.sotoji.com. Harganya pun terbilang murah dan sangat terjangkau siapa saja, yakni 3.500 rupiah per bungkusnya, dan 60 ribu rupiah per kardus. Karena keterbatasan mesin produksi yang dimiliki saat ini, Rohmat baru dapat berproduksi sekitar 40 kardus per harinya.

Untuk meningkatkan jumlah konsumen dan mempopulerkan produknya, Rohmat memiliki cara yang cukup jitu. Ia mengadakan sayembara lewat websitenya yaitu lomba review “Sotoji”. Cara ini terbukti efektif, banyak masyarakat yang tertarik mengikuti lombanya dan memposting review mereka di blog sebagai salah satu syarat mengikuti kompetisi review itu. Hasilnya memang sangat memuaskan, para peserta sayembara mengungkapkan pujiannya terhadap Sotoji, karena selain harganya terjangkau, rasanya pun tidak kalah nikmat dengan soto yang ada di rumah makan. Banyak pula peserta yang memberi masukan dan saran terhadap penggunaan kata-kata dalam kemasan sotoji serta harapan kepada Rohmat kedepannya yakni memberikan varian rasa seperti rasa soto Banjar, soto Lamongan, dan lain-lain. Dari teknik promosi yang dilakukannya tersebut akhirnya Sotoji makin dikenal luas di kalangan masyarakat.

Berkat produk hasil inovasinya tersebut ia mampu menghasilkan omset lebih dari 60 juta per bulannya, walaupun dapat dikatakan ia masih termasuk dalam kategori pengusaha baru. Target pemasaran Sotoji yang ingin dikembangkan Rohmat ke depannya adalah memasarkan produknya ke toko-toko agar dengan mudah bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Tidak hanya fokus ke usaha soto instannya. Rohmat kini juga melebarkan sayap dengan membuka outlet soto, rencananya outlet Sotoji juga akan diwaralabakan. Sebuah langkah berani dan inovatif yang patut diacungi jempol. sumber: http://www.wartawirausaha.com/2013/12/rohmat-sastro-sugito-pencipta-hidangan-soto-dalam-kemasan-sotoji/

05/01/14

Pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ekonomi SMA sesuai kurikulum 2013

Berikut contoh pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran ekonomi SMA  sesuai kurikulum 2013

25/10/13

Nilai UTS 1 Tahun 2013


Apa yang kita tanam dan kita rawat, itulah yang akan kita petik. "Sakit perjuangan hanya sementara, namun jika anda menyerah, akan terasa sakit selamanya" Lance Amstrong. Berikut hasil UTS semester 1 Ekonomi kelas X tahun 2013